<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-640182690469535279</id><updated>2011-04-21T15:31:16.544-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Mahasiswa Butta Salewangang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Butta Salewangang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05084850740705673394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_dwFSN9Bl-5c/SeJGY8xT1kI/AAAAAAAAAAM/_fO2f8pGdbk/S220/kmbs.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-640182690469535279.post-2473798603885620184</id><published>2009-05-05T13:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T13:43:12.632-07:00</updated><title type='text'>Semarak 02 Mei, Hardiknas</title><content type='html'>Salam Perubahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kita mampu merangkul yang namanya kemerdekaan. Menjadi Manusia, dengan rasio dan rasa. Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari bersama wujudkan masyarakat cerdas. Berpikir Global, Bertindak Lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kami sebagai Badan Pengurus Harian KMBS mengajak kepada seluruh kawan - kawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan "semarak 02 Mei" dengan berbagai item kegiatan antara lain; Lomba Karya Tulis (Untuk pelajar, Mahasiswa dan Umum) di mulai pd tgl 4-8 Mei 2009 dan di umumkan pd tgl 10 Mei 2009 di acara seminar sehari, Pemutaran Film Laskar Pelangi di Terminal Marusu Pada Tgl 9 Mei Pukul 19.00-selesai untuk semua kalangan serta Seminar Sehari ttg Pendidikan dgn tema "Evaluasi &amp;amp; Relevansi Pendidikan Berbasis Kompetensi di Kab. Maros Dalam Menunjang Pembangunan Daerah 2025" pada tgl 10 Mei bertmpat di Aula Kampus AKBID, Pukul 08.00-selesai (Fasilitas; snack, sertifikat, Print out Materi), GRATIS untuk setiap peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Forum Lingkar Pena Cab. Maros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat Panitia: CAFE BACA GAFFARY, Jl. Poros Makassar-Maros Km.25. Untuk jelasnya hubungi 081230352404 (irmaL), 081342995733 (Nurkhalishah), 085299394161(Nurqamariah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaanku hanya untuk_NYA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/640182690469535279-2473798603885620184?l=kmbuttasalewangang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/feeds/2473798603885620184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/05/semarak-02-mei-hardiknas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/2473798603885620184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/2473798603885620184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/05/semarak-02-mei-hardiknas.html' title='Semarak 02 Mei, Hardiknas'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Butta Salewangang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05084850740705673394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_dwFSN9Bl-5c/SeJGY8xT1kI/AAAAAAAAAAM/_fO2f8pGdbk/S220/kmbs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-640182690469535279.post-2003364120904083281</id><published>2009-04-21T10:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T11:20:17.236-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Entitas Gerakan Intelektual</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Semua manusia adalah intelektual, namun tidak semua manusia menjalankan fungsi intelektualnya dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;                                           &lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Antonio Gramsci (1891-1937)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mahasiswa baru memasuki dunia kampus dengan motivasi dan orientasi awal yang berbeda, ada yang menganggap kuliah sekadar prestise, ajang cari teman, menambah daya intelektualitas, dan –sebagian besar- sekadar sebagai tempat mendapatkan ijazah agar mudah dapat kerja. Salah satu orientasi mahasiswa adalah intelektualisme yang biasanya baru disadari dan terbentuk ketika mahasiswa bersangkutan berinteraksi dengan segenap literatur ilmiah yang diramu dengan nalar kritis dan dibenturkan pada realitas sosial masyarakat. Hal tersebut di atas merupakan menampakan nyata yang menghampiri dari setiap fenomena kampus hari ini. Pergeseran nilai pun terjadi dalam sebuah kelembagaan pendidikan formal yang menurutku adalah sandaran moralitas bagi masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Orientasi yang relatif strategis dalam menjalankan posisi sebagai pioner perubahan di masyarakat ini mulai redup, tergadaikan, dan ditinggalkan. Aktivis mahasiswa banyak yang sekadar jago manajemen organisasi tapi minim kapasitas intelektual, dan sebaliknya banyak “intelektual” yang menahabiskan diri sebagai “intelektual bebas” merasa lebih nyaman bertengger dalam puncak-puncak intelektual yang tak membumi dan elitis. Terkondisikan oleh situasi yang mengikat sisi emosional mahasiswa. Kesadaran palsu muncul sebagai identitas perlawanan, walaupun dikemas dalam bentuk skenario kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Seharusnya mahasiswa sebagai aktivis dalam arti luas dapat membumi dan memancarkan sisi intelektualitasnya untuk semua, tak hanya berguna untuk komunitasnya saja atau dalam kerangka idealitas tetapi lebih pada kerangka realitas yang ada. A&lt;span style="color: black;"&gt;ktivis yang bergerak pada ranah ini sebenarnya lebih mendekati apa yang disebut Antonio Gramsci &lt;/span&gt;(1891-1937) &lt;span style="color: black;"&gt;sebagai intelektual organik yang mampu mempertautkan teori dan praksis sebagaimana dituju oleh Mazhab Frakfurt agar lebih berguna bagi kehidupan dan memecahkan problem sosial. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;George A. Theodorson &amp;amp; Achilles G. Theodorson (1979) mengatakan bahwa kaum intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan dirinya pada pengembangan ide-ide orisinal dan terikat dalam pencarian pemikiran-pemikiran kreatif. Dengan demikian terdapat karakteristik kaum intelektual, yaitu pada penggunaan intelek dan akal pikiran, bukan untuk hal-hal yang bersifat praktis, tapi lebih berorientasi pada pengembangan ide-ide (Azyumardi Azra, 2003). Hal itu memperkuat tesis bahwa kaum intelektual pada dasarnya bersifat progresif revolusioner, meskipun lebih diwujudkan dalam revolusi pemikiran bukan revolusi fisik. Hal inilah yang menjadikan intelektual sebagai berperilaku, bersikap, dan berkarakter kritis. Dan sebagai kritikus, kaum intelektual menyatakan pikiran dan kritiknya secara jelas dan bijak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sejatinya insan intelektual dengan beberapa kualifikasi seperti di atas bukanlah monopoli pendidikan formal, terutama perguruan tinggi. Bahkan banyak kaum intelektual lahir dari luar benteng menara gading kampus. Mereka mampu mengembangkan pemikiran sendiri hingga mencapai kemampuan pemikiran dan perilaku intelektual. Dengan adanya kerangka analisis kritis, mahasiswa pun wajib memiliki sebuah visi dan misi tentang agenda gerakan sosial. Hingga menjadi sebuah stimulan dalam evaluasi gerakan nilai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sebaliknya banyak jebolan perguruan tinggi yang lebih tepat digolongkan sebagai intelegensia daripada intelektual. Intelegensia menurut Gouldner (1979) adalah mereka yang minat intelektualnya secara fundamental bersifat teknis. Hal ini karena sebagai produk perguruan tinggi mereka telah menerima pendidikan yang membuat mereka mampu memegang pekerjaan sesuai dengan bidang dan profesi ilmunya (Bottomore, 1964). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Donald Wilhelm (1979) menambahkan, bahwa banyak tamatan perguruan tinggi mengalami kemandegan atau kehilangan kapasitas intelektualnya ketika mereka masuk ke dalam birokrasi dan rutinitas akademis di perguruan tinggi atau di manapun mereka bekerja. Perguruan tinggi yang diharapkan dapat berperan sebagai &lt;i&gt;avant garde&lt;/i&gt;, inovator dan pembaharu masyarakat kemudian terjebak dalam mekanisme birokrasi dan spesialisasi atau profesinya di mana mereka terus menerus mengolah dan menghasilkan informasi serta pikiran dalam bidang mereka masing-masing yang relatif sempit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hal itu tentu bertentangan dengan kenyataan bahwa masalah yang dihadapi masyarakat sekarang tak dapat dipecahkan dengan pendekatan sempit semacam itu; pemecahan masalah sekarang membutuhkan pendekatan menyeluruh, interdisipliner dan berwawasan luas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Perubahan yang terjadi terhadap sisi katakteristik merupakan langkah untuk menjawab kembali tantangan dari yang namanya entitas gerakan intelektual. Mahasiswa dalam hal ini harus lebih memahami secara parsial dan integral sehingga konsep sebuah gerakan terlihat secara holistik. Dari berbagai aspek kemasyarakatan inilah rumusan dari bentuk formulasi gerakan intelektual, mencoba berdiri di atas realitas kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pertanyaan menggelitik yang layak diajukan adalah, apakah kita termasuk intelektual atau sekadar intelegensia? Kita mahasiswa biasa atau luar biasa? Atau dalam perenungan yang lebih dalam lagi, “Selama hidup kita di kampus ini, kita akan menghargai waktu yang diberikan oleh Tuhan tersebut dengan karya apa?” Kita ingin menjadi mahasiswa yang seperti apa? Dan semuanya kembali pada diri kita sendiri untuk menjawab itu semua. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bishsawab&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;(hasil diskusi dan bacaan dalam kerangka mencari formulasi baru u/ KMBS, keberadaanku hanya untuk_NYA)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/640182690469535279-2003364120904083281?l=kmbuttasalewangang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/feeds/2003364120904083281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/04/sebuah-entitas-gerakan-intelektual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/2003364120904083281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/2003364120904083281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/04/sebuah-entitas-gerakan-intelektual.html' title='Sebuah Entitas Gerakan Intelektual'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Butta Salewangang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05084850740705673394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_dwFSN9Bl-5c/SeJGY8xT1kI/AAAAAAAAAAM/_fO2f8pGdbk/S220/kmbs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-640182690469535279.post-4530807154705172801</id><published>2009-04-12T13:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T13:29:55.600-07:00</updated><title type='text'>Pustaka Kalemarusu: Membangun Kemandirian Lokal</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;br /&gt; &lt;/h2&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pada mulanya, Marusu merupakan nama sebuah kerajaan yang eksis sekitar tahun 1471. Kerajaan cikal bakal Kabupaten Maros ini didirikan Karaeng LoE ri Pakere yang kemudian menjadi raja pertamanya. Dalam kepemimpinannya, Karaeng LoE ri Pakere senantiasa membangkitkan eksistensi kerajaan dalam mengemban amanah rakyat. Terutama dalam memposisikan diri sebagai kerajaan yang berpemerintahan kuat dan disegani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Tidak hanya oleh kerajaan-kerajaan kecil disekitarnya tetapi juga oleh kerajaan besar seperti Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa. Rakyat Kerajaan Marusu kala itu hidup dalam suasana aman dan sejahtera, lahir dan batin sehingga Kerajaan Marusu disebut Butta Salewangang. Sekitar tahun 1998, nama Marusu diabadikan kembali menjadi nama salah satu kecamatan di Kabupaten Maros.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Kata Marusu memang terdengar sakral bagi masyarakat Kabupaten Maros. Karena bukan hanya menyimpan makna historis yang mendalam. Namun menjadi titik awal dari lahirnya sebuah tatanan masyarakat. Selain itu, Marusu adalah lafal Maros dalam bahasa Makassar --bahasa ibu sebahagian besar masyarakat yang mendiami wilayah Kabupaten Maros.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Marusu adalah batangkale (jati diri) bagi warga dan masyarakat Kabupaten Maros. Jatidiri yang menegaskan identitas menjelaskan keberadan. Dari situlah nama Pustaka Kale Marusu lahir. Diilhami filosofi kebudayaan cermin jatidiri bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Pustaka Kalemarusu berdiri tahun 2003. Sebuah lembaga swadaya dengan visi penguatan sumberdaya manusia berwawasan kebangsaan menuju kemandirian lokal. Lembaga ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan potensi lokal dalam bidang kesenian, kebudayaan, sosial dan kemasyarakatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dalam mencapai tujuannya, program dan kegiatan Pustaka Kalemarusu diarahkan pada penelitian, penerbitan, publikasi dan dokumentasi. Secara umum, kegiatan Pustaka Kalemarusu dalam tahun 2007 lebih dititikberatkan pada penerbitan buku dan jurnal kebudayaan, pendataan dan dokumentasi objek-objek pariwisata, seni dan budaya di Kabupaten Maros.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Menyangkut penerbitan buku, Pustaka Kalemarusu menyiapkan dua judul buku yang siap terbit, yakni: Bunga Rampai Sejarah dan Budaya Maros dan Novel Sejarah Bombonna Butta Marusu. Kedua buku ini telah melalui proses editing dan siap untuk dicetak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Di tahun 2007 pula, Pustaka Kalemarusu menyiapkan terbitnya sebuah Jurnal Kebudayaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini akan memotret keberagaman Kabupaten Maros. Berisi kumpulan tulisan/artikel dari birokrat, pengusaha, politisi, seniman, pemuda dan tokoh masyarakat Maros lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Di sini mereka akan mengemukakan pandangan dan buah pikiran tentang perkembangan Maros terkini. Tentunya dengan presfektif sesuai profesi yang digelutinya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dengan volume terbitan 3 (tiga) bulanan. Diharapkan mulai disusun pada Januari 2007 dan terbit perdana pada Maret 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dalam jangka panjang, Pustaka Kalemarusu mengupayakan menerbitkan dua judul buku dan satu penelitian pertahun. Dengan lingkup kajian yang meluas namun tetap dalam koridor kesenian, kebudayaan, sosial dan kemasyarakatan. Agar kemandirian lokal sebagai tujuan didirikannya lembaga ini dapat tercapai. Untuk menjalankan program ini, tentunya Pustaka Kalemarusu membutuhkan respon dan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk membuka diri untuk bekerjasama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk informasi dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia; font-size: 85%;"&gt;&lt;span&gt;kontak manajemen, hubungi email:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ihsyah@telkom.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; atau www.ihscenter.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/640182690469535279-4530807154705172801?l=kmbuttasalewangang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/feeds/4530807154705172801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/04/pustaka-kalemarusu-membangun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/4530807154705172801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/640182690469535279/posts/default/4530807154705172801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmbuttasalewangang.blogspot.com/2009/04/pustaka-kalemarusu-membangun.html' title='Pustaka Kalemarusu: Membangun Kemandirian Lokal'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Butta Salewangang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05084850740705673394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/_dwFSN9Bl-5c/SeJGY8xT1kI/AAAAAAAAAAM/_fO2f8pGdbk/S220/kmbs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
