Minggu, 12 April 2009

Pustaka Kalemarusu: Membangun Kemandirian Lokal


Pada mulanya, Marusu merupakan nama sebuah kerajaan yang eksis sekitar tahun 1471. Kerajaan cikal bakal Kabupaten Maros ini didirikan Karaeng LoE ri Pakere yang kemudian menjadi raja pertamanya. Dalam kepemimpinannya, Karaeng LoE ri Pakere senantiasa membangkitkan eksistensi kerajaan dalam mengemban amanah rakyat. Terutama dalam memposisikan diri sebagai kerajaan yang berpemerintahan kuat dan disegani.

Tidak hanya oleh kerajaan-kerajaan kecil disekitarnya tetapi juga oleh kerajaan besar seperti Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa. Rakyat Kerajaan Marusu kala itu hidup dalam suasana aman dan sejahtera, lahir dan batin sehingga Kerajaan Marusu disebut Butta Salewangang. Sekitar tahun 1998, nama Marusu diabadikan kembali menjadi nama salah satu kecamatan di Kabupaten Maros.

Kata Marusu memang terdengar sakral bagi masyarakat Kabupaten Maros. Karena bukan hanya menyimpan makna historis yang mendalam. Namun menjadi titik awal dari lahirnya sebuah tatanan masyarakat. Selain itu, Marusu adalah lafal Maros dalam bahasa Makassar --bahasa ibu sebahagian besar masyarakat yang mendiami wilayah Kabupaten Maros.

Marusu adalah batangkale (jati diri) bagi warga dan masyarakat Kabupaten Maros. Jatidiri yang menegaskan identitas menjelaskan keberadan. Dari situlah nama Pustaka Kale Marusu lahir. Diilhami filosofi kebudayaan cermin jatidiri bangsa.

Pustaka Kalemarusu berdiri tahun 2003. Sebuah lembaga swadaya dengan visi penguatan sumberdaya manusia berwawasan kebangsaan menuju kemandirian lokal. Lembaga ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan potensi lokal dalam bidang kesenian, kebudayaan, sosial dan kemasyarakatan.

Dalam mencapai tujuannya, program dan kegiatan Pustaka Kalemarusu diarahkan pada penelitian, penerbitan, publikasi dan dokumentasi. Secara umum, kegiatan Pustaka Kalemarusu dalam tahun 2007 lebih dititikberatkan pada penerbitan buku dan jurnal kebudayaan, pendataan dan dokumentasi objek-objek pariwisata, seni dan budaya di Kabupaten Maros.

Menyangkut penerbitan buku, Pustaka Kalemarusu menyiapkan dua judul buku yang siap terbit, yakni: Bunga Rampai Sejarah dan Budaya Maros dan Novel Sejarah Bombonna Butta Marusu. Kedua buku ini telah melalui proses editing dan siap untuk dicetak.

Di tahun 2007 pula, Pustaka Kalemarusu menyiapkan terbitnya sebuah Jurnal Kebudayaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini akan memotret keberagaman Kabupaten Maros. Berisi kumpulan tulisan/artikel dari birokrat, pengusaha, politisi, seniman, pemuda dan tokoh masyarakat Maros lainnya.

Di sini mereka akan mengemukakan pandangan dan buah pikiran tentang perkembangan Maros terkini. Tentunya dengan presfektif sesuai profesi yang digelutinya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dengan volume terbitan 3 (tiga) bulanan. Diharapkan mulai disusun pada Januari 2007 dan terbit perdana pada Maret 2007.

Dalam jangka panjang, Pustaka Kalemarusu mengupayakan menerbitkan dua judul buku dan satu penelitian pertahun. Dengan lingkup kajian yang meluas namun tetap dalam koridor kesenian, kebudayaan, sosial dan kemasyarakatan. Agar kemandirian lokal sebagai tujuan didirikannya lembaga ini dapat tercapai. Untuk menjalankan program ini, tentunya Pustaka Kalemarusu membutuhkan respon dan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk membuka diri untuk bekerjasama.

Untuk informasi dan kontak manajemen, hubungi email: ihsyah@telkom.net atau www.ihscenter.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar